Segregasi Internet

Sedikit mengoceh (ranting) di malam hari. Di saat berselancar media sosial lalu menemukan tautan Medium menarik, ketika membukanya malah dipaksa untuk mendaftar di platform. Kala waktu, mencari sesuatu melalui mesin pencari yang menunjukkan informasi tertaut di forum Reddit, pas dubuka, dipaksa kembali untuk mendaftar. Suatu saat selagi memastikan penulisan atau arti kata yang tepat, membuka KBBI di situs web Kemdikbud pun dipaksa daftar lagi.

Jengkel mungkin menggambarkan apa yang terjadi, itulah salah satu alasan mengapa saya sempat menyediakan layanan alternatif (frontend) untuk mengakses platform populer. Nitter untuk buka Twitter, Proxitok untuk Tiktok, Scribe untuk Medium. Layanan terkait menyediakan akses ke suatu platform tanpa perlu mengakses peladennya secara langsung. Lebih cepat, ringan, dan melindungi privasi. Meskipun beberapa sudah tidak ada lagi karena alasan platform terkait melakukan pembatasan, tetapi beberapa upaya pengembangan aplikasi serupa masih berlanjut.

Menimbang sekarang eranya AI, sudah jelas platform-platform di internet akan semakin menggila melakukan rate-limiting. Akhirnya, open web menjadi hal pelik.